Khutbah Jumat: Menyaring Pemimpin, Antara Popularitas dan Kualitas

Khutbah Jumat

Seorang khotib sedang menyampaikan materi khutbah ( foto: istimewa)

👁️ 1 views

Oleh: Abu Jundy Albantany*

*penulis adalah pengasuh pesantren di Bandung

 

KHUTBAH PERTAMA:

 

اَلْحَمْدُ لله، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْزَلَ الْفُرْقَانَ لِلْعَالَمِيْنَ بَشِيْرًا وَنَذَيِرًا، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ الَّذِيْ أَنْزَلَ عَلَيْنَا بِأَنْوَاعِ النِّعَمِ مِدْرَارًا. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ يُطَهِّرُوْنَ اللهَ تَطْهِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ : بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا . وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى

 

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang masih memberikan kita nafas kehidupan, yang masih memberikan kesempatan pada  kita di waktu Jum’ah untuk melaksanakan sebagaian tugas kewajiban kita sebagai seorang muslim untuk melaksanakan shalat Jum’at berjama’ah di masjid yang penuh keberkahan ini.

 

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, kepada keluarganya, sahabatnya, dan kita semua sebagai umatnya.

 

Jama’ah Jum’ah Yang Dimulyakan Allah!

 

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benar takwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Allah Subhanallahu wata’ala berfirman:

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ(QS. Ali ‘Imran: 102)

 

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

 

Pada hari ini kita mengangkat tema penting dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara: “Menyaring Pemimpin  Antara Popularitas dan Kualitas.” Islam adalah agama yang sempurna. Ia tidak hanya mengatur ibadah, tetapi juga mengatur bagaimana memilih pemimpin yang adil dan amanah.

 

Dalam realitas kehidupan, seringkali manusia tertarik pada yang tampak di permukaan: popularitas, kekayaan, dan citra. Namun Islam mengajarkan bahwa kepemimpinan bukanlah tentang siapa yang paling dikenal, tetapi siapa yang paling layak dan paling amanah. Allah Subhanallahu wata’ala berfirman:

 

إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ

“Sesungguhnya orang terbaik yang kamu ambil untuk bekerja adalah yang kuat (kompeten) lagi amanah.” (QS. Al-Qashash: 26)

 

Ayat ini memberikan dua kriteria utama pemimpin yaitu anatara lain  pertama Al-Qawiyy (kuat/kompeten)yaitu memiliki kemampuan, ilmu, dan kecerdasan. Dan kedua Al-Amîn (amanah)  yaitu jujur, bertanggung jawab, dan takut kepada Allah.

 

Jamaah Jum’ah yang dirahmati Allah,

 

Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam juga memberikan peringatan keras tentang bahaya salah memilih pemimpin. Beliau  shalallahu alaihi wassalam bersabda:

 

إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ

 

“Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya.” (HR. Bukhari)

 

Hadits ini sangat jelas Jika kepemimpinan diberikan bukan karena kualitas, tetapi karena faktor lain maka kehancuran hanya tinggal menunggu waktu.

 

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Di zaman ini, tantangan kita semakin berat. Banyak orang dinilai bukan dari kualitasnya, tetapi dari  seberapa terkenal dirinya, seberapa besar dukungan finansialnya,  atau seberapa kuat pencitraannya.  Padahal dalam Islam, kepemimpinan adalah amanah besar, bukan ajang mencari popularitas. Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda:

 

إِنَّهَا أَمَانَةٌ، وَإِنَّهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْيٌ وَنَدَامَةٌ

 

“Sesungguhnya jabatan itu adalah amanah, dan pada hari kiamat ia akan menjadi kehinaan dan penyesalan.” (HR. Muslim).

 

Maka dari itu, sebagai umat Islam kita memiliki tanggung jawab tidak memilih pemimpin hanya karena popularitas,  tidak tergoda oleh janji dan pencitraan,  tetapi memilih berdasarkan kompetensi, akhlak, dan amanah.  Karena pemimpin bukan hanya menentukan arah dunia, tapi juga membawa dampak besar bagi kehidupan akhirat masyarakatnya.

 

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

 

Marilah kita kembali meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Memilih pemimpin bukan sekadar hak, tetapi juga amanah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Allah Subhanallahu wata’ala berfirman:

 

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا

 “Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.” (QS. An-Nisa: 58).

 

Ayat ini menegaskan bahwa amanah kepemimpinan harus diberikan kepada orang yang memang layak.

 

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

 

Mari kita mulai dari diri sendiri memperbaiki niat dalam memilih,  memperdalam ilmu agar tidak mudah tertipu,  dan berdoa agar Allah memberikan pemimpin yang adil dan amanah.  Karena pemimpin yang baik adalah cerminan masyarakat yang baik.

 

. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

 

KHUTBAH KEDUA :

 

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا  اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَر