Khutbah Jumat: Bughats dan Rezeki Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Dunia

Seorang khatib sedang menyampaikan materi khutbah ( ilustrasi foto: freepik)
👁️ 1 views
Oleh: Abu Jundy Al Bantany*
*penulis adalah pengasuh pesantren di Bandung
Khutbah Pertama:
اَلْحَمْدُ ِللّٰهِ جَعَلَ رَمَضَانَ شَهْرًا مُبَارَكًا، وَفَرَضَ عَلَيْنَا الصِّيَامَ لِأَجْلِ التَّقْوٰى. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُجْتَبٰى، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ التُّقٰى وَالْوَفٰى. أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى. فَقَالَ اللهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. يَاۤأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءٰامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin! Segala puji hanya bagi Allah Yang Maha Mengetahui, Maha Memberi, Maha Menjamin.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah.
Dunia saat ini bising dengan suara perang, ketamakan, dan ambisi! Iran dan Amerika, Israel dan Timur Tengah, saling berebut! Tapi… apakah kita lupa bahwa rezeki bukan ditentukan oleh kekerasan, bukan oleh kekuatan, bukan oleh dominasi?
Mari kita lihat bughats, anak burung gagak yang baru menetas. Ia lemah, telanjang tanpa bulu, ditinggalkan induknya, hampir mati… Tapi Allah menanggung hidupnya! Serangga datang, ulat berdatangan, semua sesuai kebutuhan, sampai ia tumbuh menjadi gagak dewasa!
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah.
Jika seekor anak burung yang tak berdaya pun dijamin rezekinya, tidakkah seharusnya manusia yang diberi akal, diberi tangan dan kaki, diberi kemampuan, merasa cukup dengan ketentuan Allah? Tidakkah kita malu bila karena keserakahan, kita menghalalkan segala cara untuk mendapatkan dunia yang fana ini?
“نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَّعِيشَتَهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا”
“Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia.” (QS. Az Zukhruf: 32)
Jama’ah Jum’at yang dimulyakan Allah
Ini nasihat yang harus menampar hati kita! Dalam dunia yang kacau, di tengah konflik Iran, AS, dan Israel, manusia berkelahi untuk sumber daya, kekuasaan, dan uang! Tapi sesungguhnya, kekuasaan itu fana, kekuatan itu rapuh, dan dunia hanyalah ujian Allah.Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya seseorang tidak akan meninggal sampai sempurna seluruh rezekinya. Bertaqwalah kepada Allah, dan perindahlah caramu meminta kepada Allah.” (HR. Ahmad)
Artinya jelas! Jangan tergoda untuk menempuh jalan haram! Jangan sampai karena dunia, kita menodai iman, halal-haram dilupakan, dan fitnah menimpa diri kita sendiri! Lihat bughats! Tanpa daya, tanpa kekuatan, Allah menanggung rezekinya! Apakah kita, manusia berakal, berani bersikap serakah, menipu, menzalimi untuk mendapatkan dunia?! Astaghfirullah!
Jama’ah Jum’at yang dimulyakan Allah
Dari bughats kita belajar. Tawakal: jangan takut kekurangan, Allah sudah menjamin. Qana’ah: syukuri setiap rezeki yang ada, jangan selalu merasa kurang. . Integritas: selalu pastikan rezeki halal, jangan tertipu tipu dunia! .
Oleh karena itu, mari kita doakan dengan sungguh
:اَللّٰهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
“Ya Allah, cukupkan aku dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak membutuhkan yang haram. Kaya dengan karunia-Mu, sehingga aku tidak membutuhkan selain Engkau.” (HR. Ahmad)
Ingatlah! Dunia ini sementara! Perang, persaingan, dan fitnah akan terus ada. Tapi hamba yang beriman tahu, Allah-lah Ar-Razzaq, penjamin rezeki setiap makhluk-Nya.. Hidup dengan iman, jaga qana’ah, tegakkan halal-haram, perbanyak syukur, dan istighfar! Jangan sampai kita menjadi manusia yang rakus dan buta, seperti mereka yang hanya mengejar dunia, mengabaikan Allah!.
Semoga Allah mencukupkan rezeki kita dengan cara yang halal, membawa keberkahan, dan menjauhkan kita dari fitnah dunia yang menggerogoti iman! Aamiin yaa mujiibassaailin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA:
اَلْحَمْدُ لِلهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ بِقُدْسِهِ. وَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتْنَةِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خَاصَّةً وَسَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
هدايا للمسلمين
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
