Khutbah Jumat: Menjaga Negeri dari Fitnah Kekerasan dan Perpecahan

Khutbah Jumat

Seorang khotib sedang menyampaikan khutbah Jumat. ( ilustrasi foto: istimewa)

👁️ 28 views

Oleh: Abu Jundy Al Bantany *

*penulis adalah pengasuh pesantren di Bandung

 

Khutbah Pertama:

 

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى نَوَّرَ قُلُوْبَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِنُوْرِ الْهِدَايَةِ وَالْيَقِيْنِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَّاِلَهَ اِلاَّ اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ, وَاًشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَادِقُ الْوَعْدِ اْلاَمِيْنُ. اَللَّهُمَّ صَلِّى وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ اْلاَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ, وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ. اَمَّابَعْـدُ: فَيَااَيُّهَاالنَّاسُ اِتَّقُواالله َحَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. وَقَالَ الله ُ تَعَالَى فِى الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ. اَعُوْذُ بِااللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ, بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ, قَدۡ أَفۡلَحَ مَن زَكَّىٰهَا .

 

 

 Jum’at yang dimuliakan Allah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benar takwa. Ketakwaan bukan hanya ibadah pribadi, tetapi juga tanggung jawab sosial untuk menjaga kedamaian, persatuan, dan keselamatan negeri. Allah Ta’ala berfirman: وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya.” (QS. Al-A’raf: 56)

 

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,

 

Negeri ini dibangun dengan darah, doa, dan air mata para ulama serta pejuang. Indonesia bukan hanya tanah tempat kita hidup, tetapi amanah yang harus dijaga. Dalam sepuluh tahun terakhir, kita menyaksikan meningkatnya polarisasi, ujaran kebencian, bahkan kekerasan yang berlatar belakang politik dan identitas.

 

Ketika perbedaan pilihan berubah menjadi permusuhan, ketika dakwah berubah menjadi caci maki, ketika politik menjelma fitnah dan kebencian  saat itulah persatuan terancam. Islam tidak pernah membenarkan kekerasan untuk kepentingan hawa nafsu kekuasaan. Rasulullah SAW bersabda

:الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Seorang Muslim adalah yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Artinya, ukuran keislaman bukan pada kerasnya sikap, tetapi pada terjaganya keselamatan orang lain dari lisan dan tindakan kita.

 

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,

 

Negara memiliki kewajiban menjaga keamanan. Hukum dibuat untuk melindungi masyarakat dari teror, kekerasan, dan ancaman disintegrasi. Namun keamanan tidak boleh menjauhkan kita dari keadilan. Islam mengajarkan keseimbangan: menjaga ketertiban tanpa menzalimi, menegakkan hukum tanpa melampaui batas. Allah berfirman,

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ

 

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan karena Allah…” (QS. An-Nisa: 135)

 

Kita sebagai warga negara dan umat Islam memiliki tanggung jawab moral untuk: Menolak segala bentuk kekerasan politik. Tidak mudah terprovokasi oleh narasi kebencian. Menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah. Mendukung stabilitas nasional tanpa kehilangan keberanian untuk menyuarakan kebenaran secara santun. Negeri ini tidak boleh dikuasai oleh politik amarah. Demokrasi harus berjalan dengan adab, bukan dengan intimidasi.

 

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,

,Fitnah terbesar dalam kehidupan berbangsa adalah perpecahan. Sejarah menunjukkan bahwa bangsa yang terbelah oleh kebencian akan melemah dari dalam. Rasulullah SAW mengingatkan

 

:لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ

“Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali persaudaraan.” (HR. Muslim)

 

Persaudaraan bukan hanya karena satu masjid, tetapi juga karena satu tanah air. Mencintai negeri bukanlah bertentangan dengan iman. Justru menjaga keamanan dan persatuan adalah bagian dari amanah keimanan. Jika ada perbedaan politik, selesaikan dengan akhlak. Jika ada kebijakan yang salah, kritik dengan hikmah. Jika ada ancaman terhadap negeri, hadapi dengan persatuan. Jangan jadikan masjid sebagai tempat menebar kebencian. Jangan jadikan agama sebagai alat permusuhan. Jangan biarkan fitnah politik memecah belah umat.

 

Mari kita berdoa:

 

اللهم احفظ بلادنا إندونيسيا من الفتن ما ظهر منها وما بطن

Ya Allah, jagalah negeri kami Indonesia dari segala fitnah, yang tampak maupun yang tersembunyi.

Satukan hati para pemimpin kami dalam kebenaran.

Jauhkan kami dari kekerasan dan permusuhan.

Jadikan kami umat yang adil, damai, dan bermartabat.

 

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

 

Khutbah Kedua:

 

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِىْ اَمَرَنَا بِذِكْرِ اللهِ وَامْتِثَالِ اَوَامِرِ اللهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَّاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ ,وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى اَلِهِ وَاَصَحَابِهِ. اَمَّابَعْدُ: فَيَا عِبَادَاللهِ, اِتَّقُواالله َحَقَّ تَقْوَاهُ وَاَحُثُّكُمْ وَاِيَّايَ عَلَى طَعَةِ اللهِ وَطَعَةِ رَسُوْلِهِ فِىْ كُلِّ وَقْتٍ لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ رَبَّنَاأَنْزِلْنَا مُنْزَلاً مُبَارَكاً وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِيْنَ. رَبَّنَا ٱفۡتَحۡ بَيۡنَنَا وَبَيۡنَ قَوۡمِنَا بِٱلۡحَقِّ وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلۡفَٰتِحِينَ، رَبَّنَا اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّسَبِّتْ اَقْدَمَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ . رَبَّنَااَتِنَافِى الدُّنيَاحَسَنَةً وَّفىِ اْلاَخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَالنَّارِ.بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ