Khutbah Jumat: Menjemput Malam Kemuliaan Di Akhir Ramadhan

Seorang khotib sedang melakukan khutbah ( foto: istimewa)
👁️ 18 views
Oleh: Abu Jundy al Bantany
Khutbah Pertama:
الَسَّلامُ عَليْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُه
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللّٰهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَاَشْهَدُ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَ مَنْ تَبِعَهُ وَ وَالاَهُ وَ سَلِّم تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. اَمَّا بَعْدُ :فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللَّهُ تَعَالٰى : اَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ : شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang masih memberikan kita kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan yang penuh keberkahan ini. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya, dan kepada kita semua sebagai umatnya hingga akhir zaman.
Hadirin Jama’ah Jumat yang dimuliakan Allah
Saat ini kita telah memasuki hari ke-24 Ramadhan. Artinya, kita sedang berada di penghujung fase kedua Ramadhan dan sebentar lagi akan memasuki sepuluh malam terakhir, malam-malam yang sangat istimewa dalam Islam.
Para ulama mengatakan bahwa Ramadhan terbagi menjadi tiga bagian yaitu 10 hari pertama: rahmat Allah, 10 hari kedua: ampunan Allah, 10 hari terakhir: pembebasan dari api neraka.
Saat ini kita memasuki malam-malam yang di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ”
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS Al-Qadr: 1-3).
Seribu bulan itu sekitar 83 tahun. Artinya satu malam ibadah di malam itu nilainya seperti ibadah selama lebih dari delapan puluh tahun. Bayangkan, satu malam saja bisa menjadi bekal pahala seumur hidup.
Hadirin Jama’ah Jumat yang dimuliakan Allah
Ramadhan Tinggal Sebentar Lagi. Tanpa kita sadari, Ramadhan berjalan sangat cepat. Baru terasa beberapa hari kita berpuasa, sekarang kita sudah berada di malam ke-24.. Imam Hasan Al-Basri pernah berkata: “Sesungguhnya Ramadhan hanyalah beberapa hari. Setiap hari yang berlalu berarti sebagian dari Ramadhan kita telah pergi.”
Karena itu para ulama salaf sangat sedih ketika Ramadhan hampir berakhir. Mereka khawatir amal mereka tidak diterima oleh Allah. Allah SWT berfirman:
“إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ”
“Sesungguhnya Allah hanya menerima amal dari orang-orang yang bertakwa.” (QS Al-Ma’idah: 27).
Maka pertanyaan besar bagi kita malam ini adalah: Apakah Ramadhan kita tahun ini benar-benar lebih baik dari tahun lalu? Nabi Menghidupkan 10 Malam Terakhir
Hadirin Jama’ah Jumat yang dimuliakan Allah
Ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, Nabi Muhammad SAW meningkatkan ibadahnya secara luar biasa. Dalam hadis riwayat Aisyah RA disebutkan: “Apabila masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh dalam ibadah, dan mengencangkan ikat pinggangnya.”
Ini menunjukkan bahwa sepuluh malam terakhir adalah puncak ibadah Ramadhan. Karena itu malam ke-24 ini harus menjadi titik perubahan bagi kita. Kalau sebelumnya kita masih malas ke masjid, mulai malam ini kita perbaiki. Kalau sebelumnya kita masih sibuk dengan dunia, mulai malam ini kita lebih dekat dengan Allah.
Hadirin Jama’ah Jumat yang dimuliakan Allah
Ada tiga amal besar yang sangat dianjurkan menjelang akhir Ramadhan. Pertama memperbanyak qiyamul lail, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Maka jangan lewatkan shalat malam, tarawih, dan tahajud. Kedua memperbanyak doa, Ketika Aisyah RA bertanya kepada Nabi: “Ya Rasulullah, jika aku mengetahui malam Lailatul Qadar, doa apa yang harus aku baca?” Rasulullah menjawab
:اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.” Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini sangat dianjurkan dibaca pada malam-malam akhir Ramadhan. Yang ketiga memperbanyak sedekah Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan. Sedekah di bulan Ramadhan pahalanya dilipatgandakan. Bisa berupa: membantu fakir miskin, memberi makan orang berbuka, membantu pembangunan masjid, atau membantu orang yang membutuhkan
Hadirin Jama’ah Jumat yang dimuliakan Allah
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: “Celakalah seseorang yang memasuki bulan Ramadhan, tetapi dosanya tidak diampuni.”
Hadis ini menunjukkan bahwa Ramadhan adalah kesempatan emas untuk mendapatkan ampunan Allah. Karena itu jangan sampai Ramadhan kita habis hanya untu tidur, bermain gadget, atau sibuk dengan urusan dunia. Gunakan sisa Ramadhan ini untuk memperbanyak ibadah, memperbanyak istighfar memperbanyak membaca Al-Qur’an
Hadirin Jama’ah Jumat yang dimuliakan Allah
Pada 10 hari terakhir ini adalah pintu menuju sepuluh malam terakhir Ramadhan. Mari kita jadikan malam ini sebagai awal perubahan. Semoga Allah mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar. Semoga Allah menerima semua amal ibadah kita. Dan semoga kita termasuk orang-orang yang keluar dari Ramadhan dalam keadaan diampuni dosa-dosanya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Khutbah Kedua:
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلَى رِضْوَانِهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا المُسْلِمُوْنَ اِتَّقُوْا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى عنه وحذر. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللّٰهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَّ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيَآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلَآئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيِّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا
اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتَنِ وَالْمِحَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خَآصَّةً وَسَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَ اِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.
اللهم إنا نسألك رضاك والجنة ونعوذ بك من سخطك والنار.
اللهم إنك عفو كريم تحب العفو فاعف عنا.
رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
ربنا تقبل منا دعاءنا وصلاتنا وصيامنا وقيامنا وركوعنا وسجودنا وتخشعنا وتضرعنا وقراءتنا وجميع عباداتتا انك انت السميع العليم وتب علينا انك انت التواب الرحيم.
وصلى الله على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد.
سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين.
عِبَادَ اللّٰهِ! إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِيْ الْقُرْبٰى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوْا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ وَ اللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
