Mengasah Kehidupan, Menjemput Keridhoan

đď¸ 23 views
INFOFILANTROPI.COM, BOGOR — Sebut saja Mas Aldi dan Mbak Dini, sepasang suami istri yang telah puluhan tahun membersamai perjalanan hidup dalam ikatan rumah tangga. Banyak kisahkehidupan telah mereka lalui bersama, mulai dari perjalanan lintas negara hingga menjelajah berbagai pulau di Indonesia. Hidup mereka dipenuhi pengalaman, kebersamaan, dan syukur.
Secara ekonomi, pasangan ini tergolong mapan. Di usia mereka saat ini, kebutuhan hidup telah tercukupi. Rumah, kendaraan, perhiasan, dan harta penunjang kehidupan telah Allah titipkan.
Namun di balik kecukupan itu, masih tersimpan satu doa yang terus mereka langitkan: kehadiran seorang buah hati, pelipur lara di tengah penat dan kesibukan dunia. âKami terus berharap dan berikhtiar,â ujar mereka lirih, seraya memohon agar Allah segera mengabulkan doa tersebut.
Menariknya, di tengah harapan itu, Mas Aldi dan Mbak Dini memilih melangkah lebih jauh. Mereka tidak hanya fokus pada impian duniawi, tetapi juga menyiapkan bekal akhirat.
Pasangan ini mengikuti Program Wakaf 9 in 1, Firdaus Memorial Park, sebuah ikhtiar wakaf sebagai amal jariyah yang nilainya tidak terukur oleh waktu. Bagi mereka, wakaf bukan sekadar memberi, melainkan bentuk kesadaran menyiapkan akhir kehidupan dengan sebaik-baiknya.
âSetidaknya dalam kehidupan berpasangan ini, saya dan istri tidak ingin merepotkan orang lain,â ujar Mas Aldi suatu waktu. Ia menambahkan bahwa melalui Firdaus Memorial Park bersama Sinergi Foundation, seluruh persiapan hingga pelayanan akhir dapat ditangani dengan baik dan amanah.
Kisah ini disampaikan oleh Khoriay, salah satu petugas layanan Sinergi Foundation di Bogor, sebagai potret nyata pasangan Muslim yang memaknai hidup dengan seimbang: menikmati dunia, berharap pada Allah, dan menyiapkan akhir dengan amal terbaik. [ ]
Catatan: Nama dan identitas dalam kisah ini disamarkan untuk menjaga privasi.
Dok foto: Sinergi Foundation
