Prodi PWK UNISBA dan Pradita Perkuat Kajian Karakter Autentik Desa dan Kota

WhatsApp Image 2026-05-08 at 06.32.52 (1)

👁️ 2 views

INFOFILANTROPI.COM, SERPONG – Sinergi antar-institusi pendidikan tinggi menjadi kunci dalam menjawab tantangan kompleksitas penataan ruang di Indonesia. Dalam upaya memperkuat tata kelola wilayah yang lebih produktif dan berkelanjutan, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Islam Bandung (UNISBA) dan Universitas Pradita resmi menggelar kolaborasi strategis melalui ajang diskusi ilmiah tingkat nasional.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Kuliah Umum ini diselenggarakan pada hari Kamis, 30 Maret 2026, bertempat di Auditorium Kampus Pradita, Serpong.

Mengusung konsep hybrid, acara ini tidak hanya dihadiri secara langsung oleh jajaran sivitas akademika Universitas Pradita, tetapi juga diikuti secara daring oleh ratusan mahasiswa serta alumni PWK UNISBA dari berbagai daerah.

Membangun Masa Depan Desa dan Kota yang Berkelanjutan

Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah membangun landasan kerja sama yang kuat dalam pengelolaan wilayah perdesaan dan perkotaan.

Di tengah arus urbanisasi dan digitalisasi yang masif, karakter autentik sebuah wilayah seringkali tergerus oleh pembangunan yang hanya berorientasi pada fisik semata.

Oleh karena itu, kedua program studi ini sepakat bahwa kolaborasi akademik harus mampu menghasilkan solusi yang menyeimbangkan aspek produktivitas ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan.

Kuliah umum ini menghadirkan dua pakar yang kompeten di bidangnya. Narasumber pertama adalah *Rachmat Taufick Hardi, ST., MRP*, yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi PWK Universitas Pradita. Beliau memaparkan materi mengenai transformasi kawasan urban melalui kacamata praktis industri properti.

Dalam paparannya, Taufick menyoroti praktik baik yang dilakukan oleh pengembang besar seperti Summarecon. Ia menjelaskan bagaimana sebuah kawasan perumahan dapat dibangun dengan tetap mempertahankan keseimbangan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

“Pengembangan kota modern tidak boleh meninggalkan sisi kemanusiaan. Integrasi antara fasilitas komersial, ruang terbuka hijau, dan penyediaan infrastruktur sosial yang inklusif merupakan modal utama dalam menciptakan kota yang tidak hanya layak huni, tetapi juga memiliki daya tahan (resiliensi) jangka panjang,” ujar Taufick di hadapan peserta.

Resiliensi Desa dan Ketahanan Pangan

Sementara itu, narasumber kedua, *Tarlani, ST., MT*, yang menjabat sebagai Sekretaris Program Studi PWK UNISBA, memberikan perspektif dari sisi pengembangan perdesaan.

Tarlani menekankan pentingnya perlindungan terhadap karakter autentik desa yang saat ini mulai terancam oleh ekspansi perkotaan yang tidak terkendali.

Fokus utama yang disampaikan Tarlani adalah mengenai bagaimana desa harus mampu mempertahankan jati dirinya sekaligus merespon isu krusial global, yaitu ketahanan pangan.

Menurutnya, desa bukan sekadar penyangga bagi kota, melainkan pusat produksi yang memiliki tatanan sosial-budaya yang unik.

“Perencanaan wilayah ke depan harus memastikan bahwa intervensi pembangunan di perdesaan tidak menghilangkan fungsi ekologis dan sosialnya.

Perlindungan lahan pertanian berkelanjutan dan penguatan karakter lokal adalah benteng pertahanan kita dalam menghadapi krisis pangan di masa depan,” tegas Tarlani.

Antusiasme peserta terlihat jelas dalam sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis. Para alumni PWK UNISBA yang hadir secara virtual turut memberikan masukan berdasarkan pengalaman mereka di lapangan, baik sebagai praktisi di pemerintahan maupun konsultan swasta.

Hal ini memperkaya diskusi mengenai bagaimana teori perencanaan dapat diterapkan secara efektif di berbagai tipologi wilayah di Indonesia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama formal antara UNISBA dan Universitas Pradita dalam bidang pendidikan. Namun, kolaborasi ini dipastikan tidak akan berhenti pada level ruang kelas saja.

Kedua belah pihak telah menyepakati bahwa kegiatan ini akan menjadi pintu pembuka bagi program-program lanjutan yang lebih konkret.

Rencana strategis berikutnya mencakup kolaborasi di bidang penelitian bersama (joint research) dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan lulusan dari kedua kampus memiliki wawasan yang komprehensif—tidak hanya cakap secara teknis dalam pemetaan dan regulasi, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap nilai-nilai autentik wilayah.

Sinergi PWK UNISBA dan Pradita menjadi bukti nyata bahwa dunia akademik siap menjadi motor penggerak terciptanya ruang yang lebih adil, produktif, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. [ ]

Dok foto: Unisba