Studium General Magister Pendidikan Islam FTK Unisba

WhatsApp Image 2026-04-14 at 13.35.26

👁️ 10 views

INFOFILANTROPI.COM, BANDUNG —  Studium General bertema “Peluang dan Tantangan Teknologi Informasi Digital dan Media Sosial bagi Pendidikan Islami” sukses digelar Program Studi Magister Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Bandung (Unisba), pada Selasa (14/4).

Kegiatan ini menjadi ruang akademik strategis dalam merespons dinamika disrupsi digital yang semakin memengaruhi dunia pendidikan, khususnya dalam konteks pendidikan Islam kontemporer.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Unisba, Prof. Dr. Nan Rahminawati, M.Pd., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesiapan institusi pendidikan dalam menghadapi perubahan lanskap keilmuan akibat perkembangan teknologi digital.

Ia menekankan bahwa transformasi digital tidak sekadar soal penggunaan teknologi, melainkan juga menyangkut perubahan paradigma, metodologi, serta nilai dalam proses pendidikan.

“Pendidikan Islam harus mampu hadir secara adaptif dan relevan di tengah arus digitalisasi, tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai dasarnya,” ungkapnya.

Ketua Program Studi Magister Pendidikan Islam, Dr. Dedih Surana, M.Ag., menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi momentum penguatan kapasitas akademik civitas akademika, khususnya dalam membangun digital mindset yang kritis, adaptif, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Ia juga menekankan bahwa penguasaan teknologi perlu diiringi dengan literasi digital yang memadai agar pemanfaatannya tetap bijak, etis, dan bertanggung jawab.

Sebagai narasumber, hadir Santi Indra Astuti, M.Si. seorang akademisi dan praktisi literasi digital nasional, sekaligus dosen Fikom Unisba yang memaparkan secara komprehensif tentang fenomena disrupsi pendidikan, bergesernya otoritas keilmuan, serta pentingnya penguatan literasi digital dalam menghadapi era digital.

Ia menyoroti bahwa saat ini terjadi di demokratisasi ilmu pengetahuan yang menjadikan akses informasi semakin terbuka, namun sekaligus menuntut kemampuan kritis dalam menyaring dan memanfaatkannya.

Dalam paparannya, disampaikan bahwa transformasi digital dalam pendidikan mencakup integrasi teknologi dalam proses pembelajaran, desain pembelajaran berbasis digital, kolaborasi melalui platform daring, serta refleksi pedagogik yang berkelanjutan.

Hal ini membutuhkan dukungan dari berbagai aspek, mulai dari literasi digital, pengalaman teknologi, pelatihan profesional, hingga kesiapan lingkungan institusi.

Lebih lanjut, ditegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya diukur dari kecakapan teknis, tetapi juga dari kemampuan membangun budaya digital yang sehat. “Cakap digital tanpa budaya dan etika justru berpotensi menimbulkan risiko yang lebih besar,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menggarisbawahi pentingnya pengembangan digital mindset di kalangan pendidik, yang meliputi sikap adaptif, inovatif, reflektif, serta memiliki growth mindset dalam menghadapi perubahan.

Dalam konteks pendidikan Islam, hal ini menjadi sangat relevan untuk memastikan bahwa nilai-nilai keislaman tetap terinternalisasi dalam proses pembelajaran yang berbasis teknologi.

Melalui kegiatan Studium General ini, Prodi Magister Pendidikan Islam FTK Unisba menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan Islam yang responsif terhadap tantangan zaman, sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai keislaman yang kokoh.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa, dan praktisi pendidikan, serta diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam penguatan kualitas pembelajaran di era digital. [ ]

Dok foto: Unisba