Unisba Perkuat Peran DPL, Wujudkan Pengelolaan Food Waste di Arcamanik Lebih Baik

WhatsApp Image 2026-04-12 at 16.33.00

👁️ 3 views

INFOFILANTROPI.COM, BANDUNG  –  Para Dosen Pendamping Lapangan (DPL) dan mahasiswa  mendapatkan  kegiatan “Pembekalan Pengelolaan Food Waste” dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Bandung (Unisba),pada Jumat (10/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Student Centre Unisba ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas akademisi dalam mendukung program pengelolaan sampah berbasis masyarakat, khususnya sampah organik rumah tangga di 4 kelurahan wilayah Kecamatan Arcamanik.

Kegiatan pembekalan dilaksanakan dalam dua sesi. Pada sesi pertama yang berlangsung pukul 08.30–11.00 WIB, hadir narasumber Dr. Ir. Mohamad Satori, M.T., IPU, dosen Fakultas Teknik Unisba sekaligus Ketua Forum Bank Sampah Jawa Barat, serta Ir. M. Eko Damayanto, M.T., Penyuluh Lingkungan Hidup dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat.

Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai urgensi pengelolaan sampah, konsep pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya, serta pentingnya perubahan paradigma masyarakat dalam memperlakukan sampah sebagai sumber daya.

“Pengelolaan sampah tidak bisa lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai potensi sumber daya yang memiliki nilai guna apabila dikelola dengan baik sejak dari sumbernya,” ujar Dr. Mohamad Satori.

Sesi kedua dilaksanakan pada pukul 13.00-15.30 WIB dengan menghadirkan Weishaguna, S.T., M.M., dosen Unisba, serta Dra. Nenden Naeni Kurniati, M.M., Penyuluh Lingkungan Hidup dari DLH Provinsi Jawa Barat. Materi yang disampaikan berfokus pada pendekatan perencanaan partisipatif dalam pengelolaan sampah rumah tangga, khususnya di Kecamatan Arcamanik.

Weishaguna menekankan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program. “Pendekatan partisipatif melalui survei, analisis, dan penyusunan rencana aksi sangat penting agar program yang dijalankan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah,” jelasnya.

Pada akhir masing-masing sesi, kegiatan dilanjutkan dengan briefing teknis antara DPL, mahasiswa, dan perwakilan DLH di setiap kelurahan.

Diskusi ini bertujuan memastikan kesiapan tim dalam melakukan pengumpulan data lapangan serta implementasi awal program pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat pemahaman peserta terhadap kondisi darurat sampah di Jawa Barat, di mana laju timbulan sampah masih melampaui kapasitas pengelolaan. Hal ini menuntut adanya sistem tata kelola yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Melalui pembekalan ini, para DPL dan mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam implementasi program pengelolaan sampah berbasis masyarakat, khususnya dalam mendukung terwujudnya kawasan bebas sampah di Kecamatan Arcamanik.

Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan solusi berkelanjutan terhadap permasalahan sampah. [ ]

Dok foto: Unisba