Unisba Bahas Solusi Pengelolaan Sampah Dalam Rapat Bersama Mendiktisaintek dan Wali Kota Bandung

👁️ 7 views
INFOFILANTROPI.COM, BANDUNG — Terkait penanganan persoalan sampah, Universitas Islam Bandung (Unisba) menghadiri rapat strategis bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) serta Wali Kota Bandung.
Pertemuan yang berlangsung di Balai Kota Bandung pada Rabu (25/2/2026) tersebut juga dihadiri perwakilan Institut Teknologi Bandung dan Universitas Pendidikan Indonesia.
Dalam forum tersebut, Rektor Unisba memaparkan berbagai inisiatif dan hasil riset Unisba yang berfokus pada pengelolaan sampah melalui inovasi teknologi dan pendekatan rekayasa sosial.
Menurutnya, Unisba telah lebih dahulu menerapkan konsep pemilahan sampah berbasis zero waste di lingkungan kampus. Dari program tersebut, Unisba kemudian mengembangkan inovasi berupa Reaktor Plasma Dingin, teknologi pengolah sampah yang dirancang tanpa emisi gas buang.
“Unisba sudah beberapa waktu lalu mencoba menerapkan hasil riset yang kami lakukan. Diawali dengan pemilahan sampah berbasis zero waste di tingkat kampus, kemudian kami mengembangkan inovasi berupa Reaktor Plasma Dingin,” ujarnya.
Melalui LPPM, Unisba membentuk tiga tim utama, yakni tim Socio-Engineering, Food Waste, serta tim pengembangan Reaktor Plasma Dingin.
Pendekatan Socio-Engineering difokuskan pada pembangunan budaya memilah sampah di tingkat masyarakat, sementara tim Food Waste diarahkan untuk mengolah limbah makanan menjadi produk bernilai ekonomi, seperti pakan ternak.
Dari sisi teknologi, Reaktor Plasma Dingin telah melalui uji laboratorium dengan hasil yang menunjukkan tidak adanya emisi gas buang. Sistem alat tersebut menggunakan mekanisme penangkapan polusi melalui beberapa tungku, sehingga dampak lingkungan dapat ditekan hingga mendekati nol.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., menekankan pentingnya konsolidasi antarkampus melalui pembentukan konsorsium perguruan tinggi di Kota Bandung.
Kementerian, lanjutnya, siap memberikan dukungan pendanaan riset guna memperkuat pemetaan persoalan, rekayasa sosial, serta inovasi teknologi pengelolaan sampah.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, S.E., dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa tantangan utama pengelolaan sampah di Kota Bandung tidak hanya terletak pada aspek teknis, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat.
Dengan timbulan sampah mencapai 1.597,85 ton per hari dan ketergantungan terhadap TPA yang masih tinggi, Pemerintah Kota Bandung terus mendorong penguatan pemilahan sampah dari sumber.
Ia menjelaskan bahwa berbagai strategi telah dijalankan, di antaranya melalui program Gasla (Petugas Pemilah dan Pengolah) yang ditempatkan di setiap RW, pengembangan pengolahan sampah organik seperti magotisasi dan eco-enzyme, serta penerapan sistem monitoring digital berbasis data real-time.
Selain itu, Pemkot Bandung juga menyiapkan rekayasa sosial jangka menengah guna membangun budaya sadar pilah di tingkat rumah tangga.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kolaborasi seluruh elemen, termasuk perguruan tinggi.
“Peran akademisi menjadi penting dalam menghadirkan inovasi, teknologi, sekaligus pendekatan sosial yang tepat agar solusi yang dibangun benar-benar berkelanjutan,” ujarnya. [ ]
Dok foto: Unisba
